"Aku tidak bisa berbuat apapun! Aku mohon kau mengerti Kenan!"
"Mengerti? Bagian mana yang harus aku mengerti? Bagian dimana mereka akan membunuh Elia atau apa?!"
"Tenanglah Kenan, tenang, kumohon! Kau harus tenang, kita harus tenang! Kita tidak bisa terus panik!"
"Oh, kau bedebah gila! Ronan, dia anakmu! Dia anak kita! Dan kau menyuruhku untuk tenang sementara ada yang berniat membunuhnya?!"
"Dengar... Kenan... aku hanya... Ah,pergilah ke kamarmu sekarang Kenan! Tenangkan dirimu!"
"Tidak, kumohon padamu Ronan! Jangan lakukan ini, sayang... Kumohon! Selamatkan anak kita!"
Ronan tak menoleh dan terus menatap perapian. Kenan tahu akan percuma untuk tetap disini dan berusaha meyakinkan Ronan. Dia bergegas keluar dan pergi menuju kamar Elia, putri kecilnya. Ia berlari secepat yang ia mampu, tak peduli nafasnya memburu. Ia hanya ingin melihat Elia saat ini dan memeluknya dengan erat, melindungi putrinya dari apapun yang coba menyakiti Elia. Deru langkahnya terhenti di depan pintu kayu coklat di hadapannya. Kenan merengkuh pintu itu dan membukanya dengan halus. Diujung kamar, Elia anaknya terbaring dalam balutan selimut hangat yang Kenan rajut khusus untuknya. Rasa haru merebak, setetes air mata terjatuh di pipinya. Kenan terisak- pelan tak bersuara- tak ingin membangunkan putri kecilnya. Sementara di ruang tamu rumah itu, Ronan dengan gusar duduk di dekat perapian. Tangan Ronan gemetar menggenggam erat kalung di lehernya, dengan kasar menyentaknya lepas.
"Aku juga tak ingin ia mengambil putri kita, Kenan sayangku."
"Aku mencintainya bahkan melebihi aku mencintaimu! Tapi apa yang bisa kuperbuat? Melangkah keluar dari bayangnya saja aku tak mampu!"
"Maafkan aku, Kenan sayangku. Maafkan ayah, Elia buah hatiku. Aku harus melakukannya!"
Kenan tertidur sesaat disamping tubuh putrinya. Ia terbangun ketika merasakan sentuhan angin di pipinya. Di luar hujan, jendela kamar putrinya terbuka, mungkin karena hempasan angin. Selimut hangatnya sedikit tersibak, sementara Elia masih hanyut dalam mimpi. Sesekali Elia tergelak dan tersenyum dalam tidurnya. Membuat Kenan mau tak mau tersenyum memandangnya. Ah, hatinya kembali mencelos. Seandainya saat itu ia tahu bahwa Ronan adalah seorang retyn sebelum mereka menikah. Tentu ia takkan membiarkan dirinya jatuh cinta pada Ronan. Ia akan menyangkal cintanya pada Ronan. Seseorang seperti dirinya tidak boleh memiliki keturunan dengan seorang retyn. Seorang demigod sepertinya, akan sangat berbahaya untuk memiliki keturunan dengan seorang retyn. Karena Kenan tahu bahwa cepat atau lambat nyawa putrinya akan terancam.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dulu ketika bumi masihlah sangat muda, kaum mortal berperang satu sama lain untuk memperebutkan hak atas kekuasaan mereka di bumi. Manusia belumlah sebanyak saat ini. Doa dan penyembahan manusia pada para Dewa dahulu masihlah semurni embun surga dan merupakan sumber kekuatan luar biasa bagi mereka. Doa murni seorang manusia yang tulus bisa menggetarkan surga dan neraka. Itulah kenapa saat itu bumi dan manusia menjadi rebutan bagi kaum mortal. Para Dewa yang menginginkan sumber kekuatan dan para Demon yang tak ingin musuhnya menjadi semakin kuat. Hal seperti itu yang kemudian membuat mereka sering menyaru ke bumi dalam bentuk manusia. Para Dewa demi mencari dan memupuk kepercayaan manusia, para Demon demi berusaha menyesatkan manusia agar mereka tidak lagi berdoa atau melakukan penyembah sehingga melemahkan kekuatan para Dewa.
Saat menyaru menjadi manusia, terkadang masing masing mereka jatuh cinta dan memiliki keturunan dengan kaum immortal (manusia). Ras retyn adalah sebutan untuk keturunan langka perpaduan Demon dan manusia, sementara demigod adalah sebutan bagi keturunan Dewa. Kaum retyn dan demigod sering disebut sebagai darah kotor karena kaum mereka tidak seperti manusia, Demon, dan Dewa pada umumnya. Kaum mereka berbeda, mereka dilahirkan dengan membawa kekuatan para mortal dan kebebasan para immortal. Apabila Demon dan Dewa memiliki bau atau aroma yang khas saat mereka melintas atau berada di suatu tempat, sebaliknya kaum darah kotor tidak pernah memiliki bau atau mengeluarkan aroma apapun dari tubuhnya. Pun seorang Demon tidak bisa memasuki surga tanpa hancur berkeping keping karena cahaya surganya atau seorang Dewa memasuki Neraka tanpa hangus menjadi abu karena api kegelapannya. Sementara kaum darah kotor mampu memasuki surga dan neraka tanpa terluka sedikitpun. Mereka licin, tidak terdeteksi, dan kuat. Kaum mortal mulai gelisah.
Mulai menjadi momok bagi surga dan neraka atas kekuatan dan kebebasan yang mereka miliki, kaum darah kotor mulai diburu. Seorang Retyn yang merupakan keturunan Demon biasanya akan ditarik ke dunia bawah (neraka) untuk dijadikan ksatria Demon. Begitupun para demigod yang merupakan keturunan Dewa akan ditarik ke langit untuk menjadi tentara para Dewa. Karena kaum darah kotor tidak bisa begitu saja terjadi hanya dengan menggauli manusia. Tidak semua manusia mampu untuk mengandung anak dengan kekuatan para mortal di perutnya. Banyak diantara mereka meninggal dan gagal melahirkan keturunan. Hanya beberapa saja yang bertakdir untuk bisa memiliki keturunan dari para mortal dan selamat dalam melahirkan anak mereka. Oleh karena itulah kaum darah kotor adalah ras yang sangat langka dan berharga.
Karena kaum darah kotor masih memiliki unsur sifat kebebasan manusia di dalam diri mereka, tak jarang pula diantara mereka yang melakukan pemberontakan. Mereka menolak mengabdi pada surga maupun neraka. Mereka memilih untuk hidup bebas di bumi. Yang tentu saja di tentang oleh kaum surga dan neraka. Saat itulah para pemberontak mulai diburu dan dibantai. Ras darah kotor semakin berkurang di bumi dengan adanya pembantaian itu. Hanya mereka yang benar benar bisa menyembunyikan kekuatan mereka dan hidup sebagai manusia normal saja yang berhasil selamat dan tak terdeteksi. Ronan dan Kenan adalah salah satunya.
Ronan adalah seorang retyn yang berhasil kabur dari pembantaian Demon di desanya 15 tahun yang lalu. Ia masihlah sangat muda ketika ibunya menyembunyikannya di dalam tumpukan gandum ketika terjadi pembantaian para pemberontak. Usianya 14 ketika Ibunya yang manusia biasa dibunuh, sementara ayah demonicnya dipenggal karena berusaha menyembunyikan Ronan. Ronan remaja kemudian pergi bersembunyi di hutan dan hidup sendiri mulai saat itu. Ia tinggal di gua dan sering berpindah tempat demi menyembunyikan jati dirinya. Ketika pembantaian mulai mereda, Ronan baru berani untuk memasuki desa desa dan mulai bekerja serabutan. Ia berhasil menyembunyikan jati dirinya sampai ketika masa dimana ia bertemu Kenan. Gadis itu anak seorang penggembala yang hidup terpencil di padang padang luas di luar desa. Ronan bertemu dengannya saat Kenan datang ke desa untuk menjual susu dan wol. Mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Ronan sering menemuinya di anak sungai sebelah barat desa. Tempat biasanya Kenan mengambil air untuk minum hewan hewan gembalanya.
Mereka menikah saat Ronan berusia 25 tahun dan Kenan 23 tahun. Mereka saling mencintai satu sama lain sampai dimana Kenan akhirnya mengetahui jati diri Ronan yang seorang Retyn. Hari dimana Kenan sedang membawa air panas untuk bak mandi Ronan ketika ia tersandung kursi dan menyiram wajah Ronan. Kenan sudah berteriak panik ketika dilihatnya Ronan hanya mengibaskan wajahnya dengan santai. Ronan tak terluka dan seakan tak sadar bahwa air yang menyiramnya adalah air panas. Ronan bahkan sempat bertanya pada Kenan apa kakinya baik baik saja. Kenan tahu Ronan bukan manusia biasa saat itu juga. Mereka mengalami pencobaan besar dalam hubungan mereka saat akhirnya mereka mengakui sosoknya masing masing.
Ronan akhirnya mengakui dirinya yang seorang retyn dan secara mengejutkan Kenan pun mengakui jati dirinya yang seorang demigod. Mereka sempat menghindar dari masing masing selama beberapa bulan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk tetap bersama dan menyembunyikan identitas mereka dari orang orang desa. Mereka hidup bahagia dan damai, Kenan bahkan sedang mengandung anak mereka yang pertama. Kebahagiaan mereka terasa penuh. Sampai hari dimana Kenan melahirkan anak pertama mereka.
Hari masih siang ketika Kenan merasakan kontraksi di perutnya. Mangkuk kayu di tangannya terjatuh saat serangan kontraksi kedua menyerang perutnya. Kenan mengerang, ia tertatih menuju kursi terdekat. Sementara Ronan sedang membelah kayu di samping rumah, menumpuknya dan menata persiapan kayu bakar untuk musim dingin. Ronan masih sibuk menata kayu kayu yang terbelah di gudang rumahnya. Ia masih menumpuk beberapa ikat kayu lagi ketika ia mendengar suara panik Kenan memanggilnya. Ronan tertegun, ia berlari masuk ke dalah rumah mencari istrinya. Menemukan Kenan di dapur dengan wajah kesakitan Ronan tahu ini saatnya Kenan melahirkan. Ronan memapah istrinya menuju kamar mereka dan hendak segera pergi memanggil bantuan saat Kenan melarangnya.
Bayi merah itu ada di tangan ayahnya dan dibungkus kain hangat. Bayi itu tenang, tidak menangis seperti bayi bayi lainnya. Ronan sedikit meremang, ia tahu ada yang aneh dengan anaknya. Kenan masih lemas setelah perjuangannya seorang diri melahirkan Elia. Ia tersenyum memandang Ronan yang sedang menimang putrinya. Bayi mungil itu begitu tenang di pelukan Ronan. Sebelum Kenan sempat memanggil Ronan, ia jatuh tertidur. Sementara Ronan yang melihat istrinya tertidur, ia menggendong bayinya keluar kamar. Sambil menimang bayi ditangannya, ia tersenyum bahagia.
Ronan terus menimang putrinya hingga akhirnya ia kembali ke kamar dan berusaha meletakkan Elia di samping istrinya. Bayi itu menangis, mendadak dan tidak terduga. Ronan terkejut, bahkan Kenan terbangun karenanya. Tangisannya membuat kaki Ronan lemas, membuatnya jatuh terduduk di lantai kamar. Sementara Kenan sendiri merasa jantungnya seperti di remas, ia kehilangan napas, berusaha menggapai udara. Tangisan Elia membuat kedua orangtuanya tak berdaya. Tangisannya seperti menyerap kekuatan dari tubuh orangtuanya. Sementara itu, surga dan neraka mendadak di guncang gempa dahsyat. Keduanya porak poranda akibat guncangannya. Kaum mortal terkejut dengan hal ini, mereka ketakutan. Seperti baru saja menyadari bahwa ada kesalahan yang sudah mereka lewatkan.
Dunia neraka dan surga mendadak terguncang, kabar akan kelahiran seorang Hellingr membuat mereka panik. Para Dewa dan Demon saling bertengkar di surga dan neraka. Mereka sibuk mencari tahu kebenaran akan kelahiran seorang Hellingr. Ya, hanya kekuatan seorang Hellingr saja yang mampu membuat dunia sekelas surga dan neraka porak poranda. Sementara para mortal sibuk mencari kebenaran, tangisan Elia berhenti. Ronan mendapatkan kekuatannya kembali dan menghampiri Elia. Sementara Kenan mendapatkan nafasnya kembali, jantungnya berdetak normal lagi. Ronan dan Kenan saling bertatapan, ketika gelenyar rasa dingin menghampiri mereka. Mereka akhirnya menyadari sesuatu. Mereka menyadari sesuatu.
Elia, anak itu diam dan tak lagi menangis. Ia bahkan kini tertawa dan tersenyum kecil. Kenan meremang, ia mulai khawatir sedangkan Ronan sibuk mondar mandir di hadapannya. Apabila Kenan mulai khawatir, Ronan apalagi. Mereka sadar bahwa anak mereka seorang Hellingr, anak seorang retyn dan demigod, percampuran darah yang paling ditakuti surga dan neraka. Keturunan yang memiliki kekuatan surga dan neraka di masing masing tangannya. Keturunan yang menjadi sumber ketakutan terbesar kaum mortal. Anak retyn dan demigod yang disebut "The Hellingr", sang Pembawa Takdir. Anak yang memegang kekuatan untuk merubah takdir dunia. Hellingr kedua yang terlahir di bumi. Sekaligus satu satunya Hellingr yang masih hidup.
Hari masih siang ketika Kenan merasakan kontraksi di perutnya. Mangkuk kayu di tangannya terjatuh saat serangan kontraksi kedua menyerang perutnya. Kenan mengerang, ia tertatih menuju kursi terdekat. Sementara Ronan sedang membelah kayu di samping rumah, menumpuknya dan menata persiapan kayu bakar untuk musim dingin. Ronan masih sibuk menata kayu kayu yang terbelah di gudang rumahnya. Ia masih menumpuk beberapa ikat kayu lagi ketika ia mendengar suara panik Kenan memanggilnya. Ronan tertegun, ia berlari masuk ke dalah rumah mencari istrinya. Menemukan Kenan di dapur dengan wajah kesakitan Ronan tahu ini saatnya Kenan melahirkan. Ronan memapah istrinya menuju kamar mereka dan hendak segera pergi memanggil bantuan saat Kenan melarangnya.
Bayi merah itu ada di tangan ayahnya dan dibungkus kain hangat. Bayi itu tenang, tidak menangis seperti bayi bayi lainnya. Ronan sedikit meremang, ia tahu ada yang aneh dengan anaknya. Kenan masih lemas setelah perjuangannya seorang diri melahirkan Elia. Ia tersenyum memandang Ronan yang sedang menimang putrinya. Bayi mungil itu begitu tenang di pelukan Ronan. Sebelum Kenan sempat memanggil Ronan, ia jatuh tertidur. Sementara Ronan yang melihat istrinya tertidur, ia menggendong bayinya keluar kamar. Sambil menimang bayi ditangannya, ia tersenyum bahagia.
Ronan terus menimang putrinya hingga akhirnya ia kembali ke kamar dan berusaha meletakkan Elia di samping istrinya. Bayi itu menangis, mendadak dan tidak terduga. Ronan terkejut, bahkan Kenan terbangun karenanya. Tangisannya membuat kaki Ronan lemas, membuatnya jatuh terduduk di lantai kamar. Sementara Kenan sendiri merasa jantungnya seperti di remas, ia kehilangan napas, berusaha menggapai udara. Tangisan Elia membuat kedua orangtuanya tak berdaya. Tangisannya seperti menyerap kekuatan dari tubuh orangtuanya. Sementara itu, surga dan neraka mendadak di guncang gempa dahsyat. Keduanya porak poranda akibat guncangannya. Kaum mortal terkejut dengan hal ini, mereka ketakutan. Seperti baru saja menyadari bahwa ada kesalahan yang sudah mereka lewatkan.
Dunia neraka dan surga mendadak terguncang, kabar akan kelahiran seorang Hellingr membuat mereka panik. Para Dewa dan Demon saling bertengkar di surga dan neraka. Mereka sibuk mencari tahu kebenaran akan kelahiran seorang Hellingr. Ya, hanya kekuatan seorang Hellingr saja yang mampu membuat dunia sekelas surga dan neraka porak poranda. Sementara para mortal sibuk mencari kebenaran, tangisan Elia berhenti. Ronan mendapatkan kekuatannya kembali dan menghampiri Elia. Sementara Kenan mendapatkan nafasnya kembali, jantungnya berdetak normal lagi. Ronan dan Kenan saling bertatapan, ketika gelenyar rasa dingin menghampiri mereka. Mereka akhirnya menyadari sesuatu. Mereka menyadari sesuatu.
Elia, anak itu diam dan tak lagi menangis. Ia bahkan kini tertawa dan tersenyum kecil. Kenan meremang, ia mulai khawatir sedangkan Ronan sibuk mondar mandir di hadapannya. Apabila Kenan mulai khawatir, Ronan apalagi. Mereka sadar bahwa anak mereka seorang Hellingr, anak seorang retyn dan demigod, percampuran darah yang paling ditakuti surga dan neraka. Keturunan yang memiliki kekuatan surga dan neraka di masing masing tangannya. Keturunan yang menjadi sumber ketakutan terbesar kaum mortal. Anak retyn dan demigod yang disebut "The Hellingr", sang Pembawa Takdir. Anak yang memegang kekuatan untuk merubah takdir dunia. Hellingr kedua yang terlahir di bumi. Sekaligus satu satunya Hellingr yang masih hidup.
Kemanakah takdir akan membawa anak ini? Pada surga atau neraka?
Akankah Elia mampu bertahan di dunia ini hingga umur kebangkitannya?
Atau kemanakah ia akan berakhir? Jurang kematian atau sebuah petualangan yang tak terduga?
Akankah Elia mampu bertahan di dunia ini hingga umur kebangkitannya?
Atau kemanakah ia akan berakhir? Jurang kematian atau sebuah petualangan yang tak terduga?
to be continued...





